Kenapa Banyak Selebriti Jepang dan Korea Bunuh Diri?

Apa yang melandasi seseorang
untuk mengakhiri hidup lewat
cara bunuh diri?
Dorongan untuk bunuh diri
memiliki latar belakang yang
berbeda di setiap tempat. Di
beberapa negara, dorongan
bunuh diri umumnya disebabkan
oleh depresi berat yang tidak
terkontrol. Namun di Jepang dan
Korea kasus bunuh diri sering
kali berkaitan dengan harga diri
dan kehormatan, dan hal ini
sepertinya sudah membudaya
sejak dulu di kedua negara
tersebut. Meski begitu, tidak
menutup kemungkinan depresi
berat juga memiliki peran kasus
bunuh diri di negara tersebut
akibat dari kompetisi kehidupan
sosial.
Mengapa mereka menjadikan
bunuh diri sebagai jalan keluar?
Apakah terlalu banyak
menonton tayangan yang
mengandung adegan bunuh
diri, atau memiliki teman/
keluarga yang meninggal
bunuh diri, atau pemikiran
bahwa “mati itu enak”?
Di Jepang dan Korea, berlaku
sebuah budaya bunuh diri untuk
menyelamatkan harga diri.
Meskipun anggapan tersebut
sudah tidak seperti dulu, namun
budaya itu masih ada. Untuk
kedua negara itu sepertinya
bunuh diri masih merupakan
pilihan bila seseorang merasa
hancur harga dirinya atau sudah
tidak sanggup lagi menanggung
beban kehidupan sosial. Jadi
bukan masalah “enak” atau
“tidak enak” dalam melakukan
hal tersebut.
Ada seorang artis Korea yang
bunuh diri karena mengaku
pernah dipaksa berprofesi
ganda sebagai wanita
penghibur untuk kalangan
pejabat dan produser TV
dengan iming-iming
popularitas. Apa yang
menyebabkan seseorang rela
melakukan apa saja demi
meraih popularitas?
Manusia biasanya dikendalikan
oleh faktor “fear and greedy”.
Maksudnya, ketika seseorang
dalam kondisi ketakutan atau
terancam (fear), cenderung
untuk melakukan apapun untuk
bisa lepas dari rasa takut atau
ancaman itu. Sedangkan bila
orang yang memiliki
kepentingan yang besar atau
keinginan yang amat sangat
(greedy), orang itu juga akan
melakukan apapun untuk
mencapai tujuannya. Sayangnya,
kedua tindakan tadi sering
meninggalkan akal sehat sebagai
landasan berfikir, sehingga
resiko untuk munculnya suatu
penyesalan sangat mungkin
terjadi.
Korea dan Jepang menjadi
negara dengan kasus bunuh
diri (khususnya di kalangan
selebritis) terbesar di dunia.
Mengapa bisa seperti itu?
Dilihat dari segi budaya, kedua
negara itu memiliki kemiripan.
Seperti yang sudah disebutkan,
bunuh diri masih menjadi
sebuah cara untuk melepaskan
tekanan atau menyelamatkan
harga diri.
Apa tanda-tanda orang yang
pernah atau akan berniat untuk
bunuh diri?
Biasanya orang selalu melakukan
percobaan bunuh diri sebelum
melakukan bunuh diri yang
sesungguhnya. Pada kasus
bunuh diri dengan cara
menyayat pergelangan tangan,
pasti ada minimal dua sayatan,
dan sayatan yang lebih dangkal
adalah sayatan percobaan.
Sedangkan pada kasus bunuh
diri minum racun seranggga
kerap masih bisa diselamatkan,
karena minumnya tidak dalam
jumlah yang banyak. Untuk kasus
bunuh diri dengan melompat
dari tempat tinggi, biasanya
pelaku suka berdiri di tepi
bangunan yang tinggi. Orang-
orang yang pernah melakukan
percobaan bunuh diri sebaiknya
diawasi dengan teliti, karena
selalu mencari kesempatan saat
orang-orang di sekitarnya
lengah.
Bagaimana cara untuk
mengalihkan keinginan bunuh
diri dan pemikiran “mati itu
enak”?
Cara mengalihkan keinginan
bunuh diri ialah konseling dan
therapi. Intinya membantu orang
itu untuk melepaskan
depresinya, mengembalikan
harga dirinya atau memberi
sudut pandang baru tentang
kehidupan sosialnya.
Penggunaan obat anti depresan
juga dapat membantu, namun
dapat juga berbalik menjadi alat
untuk bunuh diri (over dosis
obat). Konseling, hypnotherapi,
ego state therapi, EFT (Emotional
Freedom Technique), dan
penggunaan NLP (Neuro
Lingusitic Programming) dapat
membantu orang dengan
potensi bunuh diri.

CREDIT :
tabloidbintang.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s